Penatalaksanaan HIV/AIDS pada Ibu dan Bayi

19 Juli 2011 Baca 3433 kali Endang Solihudin

Hari AIDS Sedunia yang diperingati setiap tanggal 1 Desember, perlu kiranya kita mengulas sedikit tentang penatalaksanaan HIV/ AIDS khususnya pada ibu dan Bayi. HIV adalah virus yang menyebabkan AIDS yang menyerang sistem daya tahan tubuh manusia, meyebabkan tubuh lemah dan tidak berdaya melawan berjangkitnya penyakit. Infeksi HIV/ AIDS dengan gambaran yang kompleks: antara lain fatigue atau kelelahan, napas pendek, berat badan menurun, rash atau kemerahan pada kulit, gejala umum lymphadenopathy dan juga dapat menyebabkan timbulnya masalah lain seperti stigma sosial, sakit kronik, dan nyeri.

 

Ada kecenderungan peningkatan kasus HIV pada ibu dan anak setiap tahunnya, data-data menunjukkan sebagai berikut :

 

• Lebih 6,5 juta perempuan Indonesia menjadi populasi rawan tertular dan menular

 

• Lebih dari 24.000 perempuan usia subur di Indonesia telah terjangkit HIV

 

• Lebih dari 9.000 perempuan HIV + hamil tiap tahun

 

• Lebih 30 % bayi lahir tertular bila tidak ada PMTCT (preventing motherto- child transmission / pencegahan penularan dari ibu ke anak)

 

• Pada tahun 2015 diperkirakan aka nada 38.500 bayi lahir dari ibu HIV (+)

 

 

 

HIV bisa menular melalui cara :

 

Melalui hubungan seksual , jarum suntik yang terinfeksi, transfuse darah, ibu kepada bayinya semasa kehamilan, kelahiran dan menyusui, selain itu transmisi HIV pada perempuan dapat juga melalui Plasenta, Air susu ibu, Air Ketuban, Sekret servikvaginal, Inseminasi

 

 

 

Faktor resiko perempuan yang manakah, yang dapat menularkan HIV/AIDS?

 

• Pasangan lebih dari satu

 

• Pengguna obat melalui IV/ intra vena atau pasangan pengguna

 

• Mempunyai pasangan seksual

 

• Mempunyai pasangan yang tidak diketahui sebagai pemakai

 

• Mempunyai pasangan yang pernah sebagai pendonor

 

Siapakah mereka ?

 

• Pasangan muda dari pengguna NAPZA suntik yang tidak menyadari telah tertular HIV

 

• Isteri atau pasangan seksual dari ODHA/orang dengan HIV AIDS pria

 

• Penjaja seks yang hamil

 

• Bayi atau balita dengan gangguan tumbang

 

• Bayi atau balita dengan gizi buruk

 

• Bayi atau balita dengan penyakit infeksi berulang

 

 

 

Prediksi Penularan tanpa Pencegahan dari Ibu ke bayinya

 

• Selama kehamilan : 5 – 10 %

 

• Selama persalinan : 10 -20 %

 

• Selama menyusui : 10 -20 %

 

 

 

PREDIKSI PENULARAN DARI IBU KE

 

BAYINYA

 

• Selama kehamilan : 5 – 30 %

 

• Selama persalinan : 25 - 35 %

 

• Selama menyusui : 30 - 45 %

 

 

 

Menyusui Bayi dari Ibu HIV Positif ?

 

• Bila pengganti ASI tersedia, diterima, terjamin berkelanjutan, dan aman maka dianjurkan tidak menyusui

 

• Jika tidak ada pilihan: hanya boleh ASI Eksklusif 6 bulan

 

• Setelah 6 bulan secepatnya disapih dari ASI

 

• Setelah penyapihan diberikan makanan pengganti ASI yang mengandung tinggi energi dan protein, mikronutrien, dan kalsium Mengingat bahaya dan peningkatan kasus yang semakin tinggi dan penatalaksanaan yang semakin komplek, maka pemahaman tentang HIV/AIDS sangat diperlukan bagi kita semua.

 

 

 

Sumber : Materi pelatihan HIV/AIDS (Siti Rochanah, SKp ) dikutip dari Majkalah Silaturrami Edisi Jumadil Awwal 1432 H/April 2011 M

Temukan kami

Sekretariat MUKISI

  • Jl. Cempaka Putih Tengah VI No. 12, Gedung Dana Pensiun RSIJ Cempaka Putih, Jakarta Pusat
  • 021 4226065, 4250451 Ext 366/369
  • 021 4226065
  • mukisipusat@yahoo.co.id

© 2017 Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia