TABLET DAN JENIS-JENIS NYA

20 Maret 2015 Baca 10404 kali Endang Solihudin

Tablet adalah salah satu bentuk sediaan obat yang pasti sudah sangat familiar bagi kita. Semua orang pasti sudah pernah melihat bahkan mengkonsumsi obat dalam bentuk sediaan tablet. Tapi tahukah anda bahwa ternyata tablet memiliki banyak jenis dan ternyata juga memiliki tujuan khusus yang berbeda-beda untuk setiap jenisnya?.

Definisi Tablet

Tablet merupakan sediaan padat yang dibuat dengan mengempa atau mencetak obat atau campuran obat dengan atau tanpa zat tambahan. Biasanya jarang sekali kita temui bahan aktif obat yang dapat dicetak langsung menjadi tablet, hal ini dikarenakan bahan-bahan tersebut kurang memiliki daya ikat untuk membentuk suatu tablet, sehingga dalam pembuatannya diperlukan bahan-bahan tambahan untuk mendapatkan hasil yang memenuhi persyaratan. Hal inilah yang menyebabkan suatu tablet memiliki berat yang lebih besar dibandingkan berat zat aktifnya sendiri.

Adapun bahan-bahan tambahan yang sering digunakan terdiri dari:

  1. Bahan pengisi yang berfungsi untuk memenuhi bobot tablet, misalnya amilum, laktosa, dikalsium fosfat, avicel

  2. Bahan pengikat yang dapat meningkatkan kohesivitas dari serbuk yang akan dibuat tablet, co: amilum yang dibuat mucilago (gel), larutan PVP

  3. Bahan penghancur yang ditambahkan untuk memudahkan pecahnya atau hancurnya tablet ketika kontak dengan cairan, co: pati dan derivatnya, selulosa, dan lain-lain

  4. Bahan pelicin yang dapat memudahkan keluarnya tablet dari mesin cetak pada proses pengempaan, co: talcum, paraffin liquid

Selain bahan-bahan tersebut di atas, terkadang juga ditambahkan zat pewarna, pengharum dan zat perasa sesuai dengan kebutuhan. Semua bahan aktif dan bahan tambahan tersebut akan diformulasikan sedemikian rupa sehingga dapat dihasilkan tablet yang memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.

Jenis-jenis tablet

Untuk meningkatkan kepatuhan pasien dalam mengkonsumsi obat dan untuk mendapatkan efek terapi yang maksimal, maka seiring dengan semakin berkembangnya teknologi, banyak industry farmasi yang melakukan inovasi-inovasi baru dalam memproduksi tablet menjadi berbagai jenis dengan beberapa tujuan khusus. Salah satu inovasi yang dilakukan adalah dengan melakukan penyalutan untuk beberapa jenis tablet. Penyalutan tablet ini pun dilakukan dengan berbagai macam jenis penyalut, seperti salut gula, salut film ataupun salut enteric. Adapun tujuan dari penyalutan ini adalah sebagai berikut:

  1. Untuk menutupi rasa, bau, atau warna obat.

  2. Untuk memberikan perlindungan fisik dan kimia pada obat.

  3. Untuk mengendalikan penglepasan obat dari tablet.

  4. Untuk melindungi obat dari suasana asam lambung, dengan menyalutnya dengan salut enterik tahan asam.

  5. Untuk menggabungkan obat lain atau membantu formula dalam penyalutan untuk menghindari tidak tercampurnya obat secara kimia atau untuk menjamin terselenggaranya penglepasan obat secara berurutan.

  6. Untuk memperbaiki penampilan obat dengan menggunakan warna khusus dan pencetakan kontras

Berikut ini adalah beberapa jenis tablet salut yang sudah beredar di pasaran:

1. Salut Gula

Tablet salut gula adalah tablet kempa yang disalut dengan beberapa lapisan tipis berturut-turut dengan larutan sukrosa dengan atau tanpa pewarna. Penyalut ini berguna karena dapat melindungi bahan obat dengan berperan sebagai barrier terhadap kelembaban dan udara, menutupi bahan obat yang rasa dan baunya tidak enak dan memperbaiki penampilan tablet. Salut dapat bervariasi dalam ketebalan dan warna dari tambahan bahan-bahan celupan ke salut gula. Contoh tablet salut gula dapat ditemui

2. Salut Film

Tablet salut film adalah tablet kempa yang disalut dengan lapisan tipis berwarna tidak larut air  atau tidak berwarna dari larutan bahan polimer yang hancur dengan cepat dalam saluran pencernaan. Penyalut film memiliki fungsi yang sama dengan salut gula dengan tambahan keuntungan yaitu lebih tahan lama. Tablet ini dilapisi dengan lapisan yang dibuat dengan cara pengendapan zat penyalut dari pelarut yang cocok. Lapisan selaput umumnya tidak lebih dari 10 % berat tablet. Salut film sekarang ini adalah metode yang lebih disukai untuk membuat tablet salut. Lebih ekonomis dan tidak memakan waktu, tenaga, biaya yang minimum dan mendapatkan tablet tahan panas dan mudah larut.

3. Salut Enterik

Tablet salut enterik adalah tablet kempa konvensional yang disalut dengan bahan seperti pengikat atau derivat selulosa yang tidak hancur di lambung tetapi larut di usus. Penyalut dapat dibuat dari bahan dengan pH tertentu, sehingga tablet ini tidak larut dalam medium asam lambung tetapi larut pada lingkungan sedikit asam atau lingkungan basa usus. Penyalutan ini digunakan jika obat mengiritasi lambung, kerja obat ditujukan pada usus seperti pada obat cacing (anthelmentika), dan obat dinonaktifkan oleh getah lambung. Khusus untuk tablet salut enteric ini, pada saat penggunaannya tidak boleh digerus atau diracik, karena dapat menghilangkan fungsi dari salut enteric tersebut.

Tablet Lepas Lambat (Sustained Release)

Selain dilakukan penyalutan, ada pula beberapa jenis tablet yang diformulasikan khusus, dimana pelepasan zat aktif pada obat tersebut akan dilepaskan secara perlahan-lahan atau lebih dikenal dengan istilah Sustained release. Untuk obat-obat sustaine release ini banyak mendapatkan perhatian dalam pengembangan sistem penghantaran  obat karena dibandingkan bentuk sediaan konvensional, bentuk lepas lambat memiliki beberapa kelebihan. Antara lain sediaan lepas lambat dapat mengurangi efek samping, mengurangi/menjarangkan jumlah penggunaan, mengurangi fluktuasi obat dan secara umum dapat meningkatkan kenyamanan bagi pasien.

Sediaan lepas lambat merupakan bentuk sediaan yang dirancang untuk melepaskan obatnya ke dalam  tubuh  secara perlahan-lahan atau bertahap supaya pelepasannya lebih lama dan memperpanjang aksi obat. Dalam beberapa keadaan penyakit, bentuk sediaan obat yang ideal adalah mampu memberikan jumlah obat untuk sampai ke reseptor (tempat aksi obat) dan kemudian secara konstan dipertahankan selama waktu pengobatan yang diinginkan. Pemberian obat dalam dosis yang cukup dan frekuensi yang benar maka konsentrasi obat terapeutik steady state di plasma dapat dicapai secara cepatdan dipertahankan dengan pemberian berulang dengan bentuk sediaan konvensional peroral. Namun terdapat sejumlah keterbatasan dari bentuk sediaan konvensional peroral.

Adapun keterbatasan bentuk sediaan tablet konvensional yang digunakan secara oral adalah: melepaskan secara cepat seluruh kandungan dosis setelah diberikan, konsentrasi obat dalam plasma dan di tempat aksi mengalami fluktuasi sehingga tidak mungkin untuk mempertahankan konsentrasi terapetik secara konstan di tempat aksi selama waktu pengobatan, fluktuasi konsentrasi obat dapat menimbulkan overdosis (kelebihan dosis) atau underdosis (kekurangan dosis) jika nilai Cmax dan Cmin melewati jendela terapetik obat. Obat dengan waktu paruh pendek membutuhkan frekuensi pemberian lebih sering untuk mempertahankan konsentrasi obat dalam jendela terapeutik, dan frekuensi pemberian obat yang lebih sering dapat menyebabkan pasien lupa sehingga dapat menyebabkan kegagalan terapi.

Kebanyakan bentuk lepas lambat (sustained release) dirancang supaya pemakaian satu unit dosis tunggal menyajikan pelepasan sejumlah obat segera setelah pemakaiannya, secara tepat menghasilkan efek terapeutik yang diinginkan secara berangsur-angsur dan terus menerus melepaskan sejumlah obat lainnya selama periode waktu yang diperpanjang biasanya 8 sampai 12 jam. Menurut Rao et al, (2001), tujuan utama dari sediaan lepas lambat adalah untuk mempertahankan kadar terapeutik obat dalam darah atau jaringan selama waktu yang diperpanjang. Keunggulan bentuk sediaan ini menghasilkan kadar obat dalam darah yang merata tanpa perlu mengulangi pemberian unit dosis.

Penghantaran obat ke reseptor atau tempat bekerjanya obat sering terhambat dengan adanya efek samping obat ataupun karena pelepasan obat tidak sesuai pada tempat kerjanya. Untuk itu, obat dibuat dalam bentuk controlled release atau sediaan lepas terkendali. Sediaan lepas terkendali ini mengatur pelepasan obat di dalam tubuh yang dimaksudkan untuk meningkatkan efektifitas obat pada reseptornya.

Sediaan sustained release atau sediaan lepas lambat merupakan bagian dari bentuk controlled relese. Dipasaran, sediaan lepas lambat ini biasanya memang lebih mahal bila dibandingkan dengan jenis sediaan tablet lainnya dan biasanya ditandainya dengan singkatan SR, XR atau ER sesudah nama obat tersebut. Dan khusus untuk obat-obat ini juga tidak boleh diracik atau digerus, karena dapat menghilangkan fungsinya untuk melepaskan zat aktif obat tersebut secara terkontrol..

(Dikutip dari berbagai sumber dengan bahasa yang disesuaikan)

Temukan kami

Sekretariat MUKISI

  • Jl. Cempaka Putih Tengah VI No. 12, Gedung Dana Pensiun RSIJ Cempaka Putih, Jakarta Pusat
  • 021 4226065, 4250451 Ext 366/369
  • 021 4226065
  • mukisipusat@yahoo.co.id

© 2017 Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia