Silaturrahim MUKISI ke Harian Republika

30 Agustus 2017 Baca 244 kali Rifaldi Majid

Silaturrahim MUKISI ke Harian Republika

Alhamdulillah, persaudaraan itu nikmat. Dengannya kita bisa lebih dalam mengenal dalam rangka bersinergi dalam kebaikan, utamanya untuk kemaslahatan ummat. Persaudaraan juga tentunya membawa banyak berkah dan memanjangkan umur. Hal ini jelas, telah Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam kabarkan dalam haditsnya :
”Siapa yang ingin rezekinya diperluas dan umurnya panjang maka hendaknya ia bersilaturrahmi.” (HR. Bukhari)

Tepat hari Selasa, 7 dzulhijjah 1438 H atau yang bertepatan dengan 29 Agustus 2017, MUKISI telah melakukan silaturrahim ke Kantor Harian Republika yang bertempat di Pejaten Barat, Jakarta Selatan. Silaturrahim dilakukan untuk mengenalkan lebih dalam Rumah Sakit Syariah, yang meliputi konsep, standar, instrumen hingga hal teknis di lapangan yang membedakannya dengan rumah sakit pada umumnya.

Silaturrahim dimulai sekitar pukul 13.10 WIB dengan khidmat dan penuh antusias. Sambutan harian republika yang hangat, semakin menebalkan ghiroh juang untuk kebaikan dan hal-hal positif sesuai tuntunan Allah dan Rasul-Nya. Dalam sambutannnya, Irfan Junaidi (Pimpinan Redaksi Republika) menyatakan bahwa Republika adalah milik bersama, ini adalah media Ummat. Republika akan berjalan bersama, bahu-membahu, bersinergi sesuai kapasitasnya untuk turut menyebarkan kebaikan secara valid dan informatif.

Sambutan singkat berikutnya disampaikan oleh dr. Masyhudi AM,, M.Kes selaku ketua umum MUKISI. Beliau menyampaikan bahwa MUKISI atau yang lebih dikenal dengan Asosiasi Rumah Sakit Syariah saat ini telah menghimpun lebih dari 300 anggota yang tersebar di seluruh Indonesia. MUKISI yang dipimpinnya di periode 2016-2021 ini membawa grand issue “Rumah Sakit Syariah”. Sebagai upaya penyemangat maka dibuat tagline “Bangkitkan Rumah Sakit Syariah di Nusantara”. Ia menambahkan, upaya pembuatan standar dan instrumen rumah sakit syariah, MUKISI tidak sendirian. MUKISI berkolaborasi dengan Dewan Syariah Nasional - Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). MUKISI menyiapkan standar dan instumen di aspek kesehatan meliputi standar manajemen dan pelayanan, sedangkan DSN-MUI melihat pada aspek kehalalan dan kesesuaian dengan prinsip syariah.

Acara dilanjutkan dengan tanya-jawab dan diskusi santai perihal konsep dan praktik rumah sakit syariah serta peluang pemberlakukan sertifikasi syariah di rumah sakit.

Menjawab pertanyaan di atas, dr. Masyhudi menjelaskan bahwa Sertifikasi rumah sakit syariah adalah peluang besar, sebagai arah untuk menuju halal life style. Selain itu, rumah sakit dengan prinsip syariah adalah jawaban atas berkembangnya Industri halal global dan nasional yang tengah berkembang. Dr. masyhudi menegaskan bahwa implementasi prinsip syariah di rumah sakit adalah sebuah kemajuan yang kaya nilai tambah. “Benefit sama sekali tidak terkurangi, bahkan banyak nilai tambah” tegasnya.

Dr. Masyhudi menambahkan bahwa rumah sakit syariah juga kaya dan unggul dalam pelayanannya. Sebagai contoh, di rumah sakit syariah, dengan mudah dapat ditemukan gizi halal, laundry syariah, pengingat waktu sholat untuk pasien, check list kewajiban ibadah harian untuk pasien dan tenaga medis, bimbingan sakaratul maut, hingga pada pelayanan ruqyah syar’iyyah. Selain itu, rumah sakit syariah juga unggul dengan pelayanannya, berupa upaya mencegah khalwat (campur baur antar laki-laki dan perempuan) dan ikhtilat (berduaan bagi non-mahram) yang tidak terkontrol, serta jenis pelayanan lainnya.

Implementasi sertifikasi syariah di rumah sakit adalah hal positif yang perlu diikuti oleh rumah sakit lain. Dr. Sagiran yang mana adalah Ketua divisi Sertifikasi Rumah Sakit Syariah MUKISI, menjelaskan bahwa implementasi prinsip syariah sangat bisa dilakukan di rumah sakit, sekalipun dengan kelas rumah sakit yang berbeda. Sebagai contoh, Rumah Sakit Nur Hidayah Bantul, Yogyakarta yang ia pimpin telah menjadi pilot Project Rumah Sakit syariah di Indonesia sejak 2016. “Nur Hidayah adalah rumah sakit kelas D, yang Insya Allah akan segera menyusul RSI Sultan Agung (kelas B) meraih sertifikat Rumah sakit syariah” tegasnya.

Poin-poin penting di atas menjadi beberapa keunggulan utama rumah sakit dengan prinsip syariah. MUKISI berharap, dengan dikeluarkannya sertifikasi rumah sakit syariah pertama untuk RSI Sultan Agung Semarang pada 1 Dzulhijjah/23 Agustus kemarin, dapat diikuti oleh rumah sakit lain di Indonesia. Demikian, publikasi tulisan tentang rumah sakit syariah bisa semakin banyak, baik dalam bentuk artikel, jurnal, maupun opini. Tulisan tidak hanya dapat dimuat dalam proceeding atau Jurnal, namun bisa dilayangkan melalui publikasi di media massa. Semoga silaturrahim bersama Harian Republika ini, semakin menguatkan ghirah dan sinergi dalam memasyarakatkan rumah sakit syariah di Indonesia, melalui media massa. Aamiin

 

Temukan kami

Sekretariat MUKISI

  • Jl. Cempaka Putih Tengah VI No. 12, Gedung Dana Pensiun RSIJ Cempaka Putih, Jakarta Pusat
  • 021 4226065, 4250451 Ext 366/369
  • 021 4226065
  • mukisipusat@yahoo.co.id

© 2017 Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia