Sekertariat MUKISI

Jl. Cempaka Putih Tengah VI/2A
Jakarta Pusat
Telp. 021 4226065, 4250451 Ext 366/369
Fax . 021 4226065
Email. admin@mukisi.com

Agenda Mukisi

There are no upcoming events currently scheduled.
Lihat semua agenda

Berita Terbaru

HASIL SEMINAR & WORKSHOP IHC-Mukisi 16 Desember 2011 | Bagi Anggota yang ingin membaca silahkan di download di link :http://mukisi.com/index.php/download?start=10
FORMULIR KEANGGOTAAN BARU MUKISI | FORMULIR SELENGKAPNYA DAPAT ANDA DOWNLOAD KLIK LINK http://mukisi.com/index.php/download?start=10

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_counterHari ini50
mod_vvisit_counterMinggu ini1278
mod_vvisit_counterBulan ini9578
mod_vvisit_counterPengunjung72209
AIR ZAT GIZI ESENSIAL YANG TERLUPAKAN PDF Print E-mail
Monday, 06 February 2012 12:41 | Written by Endang Solihudin

Air merupakan komponen utama dari tubuh yaitu sekitar duapertiga ukuran tubuh, yang tersebar di seluruh jaringan sebagai cairan intrasel maupun ekstrasel. Manusia lebih tahan terhadap rasa lapar dibandingkan rasa haus, karena air juga dikenal sebagai anti haus yang merupakan zat gizi. Air berperan penting dalam kehidupan, bahkan semua sistem organ bergantung padanya seperti darah, enzim, hormon, cairan plasma serta cairan sel. Selain itu air mempunyai peran dalam proses pelarutan,pencernaan, penyerapan zat gizi, pembuangan sisa serta pengaturan keseimbangan mineral, elektrolit, asam basa dan suhu tubuh. Itulah sebabnya air penting bagi tubuh untuk hidup sehat.

Air dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang paling banyak dibandingkan kebutuhan zat gizi lainnya, sehingga air dikategorikan sebagai zat gizi makro  bersama karbohidrat, lemak, dan protein. Air juga diperlukan dalam jumlah besar, yaitu sekitar 2.000 ml/hari bagi orang dewasa. Oleh karena itu, kita tidak boleh kekurangan air atau dehidrasi. Karenanya jelas manusia harus minum air sepanjang hari untuk memenuhi kebutuhan hariannya, dan sudah sepantasnya komponen air ada dalam piramida makanan.  Penelitian membuktikan bahwa dehidrasi 2% saja sudah akan menurunkan konsentrasi dan daya ingat seseorang. Bila pada anak-anak akan berdampak buruk pada kecerdasan dan pendidikan anak.

AIR SEBAGAI ZAT GIZI ESENSIAL

Air tidak dapat diproduksi oleh tubuh, karena itu air disebut sebagai zat gizi esensial. Air sesungguhnya juga merupakan zat gizi, karena memenuhi persyaratan sebagai zat gizi yaitu zat yang diperlukan tubuh terutama untuk mengatur proses kehidupan. Pemenuhan kebutuhan air bagi tubuh manusia pada umumnya berasal dari minuman, sebagian lagi berasal dari makanan dan dari air hasil metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein di dalam tubuh dalam jumlah yang sedikit.

FAKTOR YANG MENENTUKAN KEBUTUHAN AIR

Terdapat banyak faktor yang menentukan kebutuhan air seperti suhu lingkungan, tingkat aktivitas fisik, kucuran keringat, umur dan jenis kelamin. Anjuran asupan air secara umum bagi remaja dan dewasa adalah 2.000 ml/hari. Anjuran ini perlu disesuaikan dengan tingkat aktivitas dan pengeluaran keringat mengingat hal itu menyebabkan variasi kebutuhan air. Orang-orang yang aktivitas berat dan mengeluarkan keringat bercucuran misalnya, membutuhkan air hingga 2-3 kali lipat, yaitu 4-6 liter per hari. Tetapi orang lanjut usia (lansia) perlu membatasi konsumsi air karena kebutuhannya cukup hanya 1,5 liter sehari.

DAMPAK KEKURANGAN DAN KELEBIHAN AIR

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa  kurang air akan berdampak pada kesehatan yaitu gangguan mood (sekitar 1%), menurunkan kemapuan fisik (2%), psikomotor dan pada wanita mengalami kelelahan. Oleh karena itu, dibutuhkan jumlah air yang optimal untuk berfungsi dalam tubuh, karena kekurangan dan kelebihan air tidak memberikan dampak yang baik bagi tubuh.

Apabila tubuh kekurangan air akan berakibat hipovalemia dan dehidrasi.  Hipovalemia adalah kondisi terjadi pengurangan volume cairan ekstrasel, keadaan ini terjadi bila keluaran airnya adalah cairan yang isotonik (air dan natrium keluar dalam jumlah yang sebanding sehingga osmolalitas plasma tidak berubah atau kadar natrium plasma tetap normal) biasanya terjadi pada perdarahan dan diare. Sedangkan dehidrasai adalah keadaan yang terjadi bila keluaran airnya yaitu cairan yang hipotonik (volume air yang keluar jauh lebih besar dari jumlah natrium yang keluar), biasanya terjadi pada pasien diabetes insipidus(keluaran air tanpa natrium melalui ginjal)dan pada usia lanjut yang kurang minum atau lupa minum (keluaran air tanpa natrium melalui penguapan kulit dan saluran nafas)

Selain kekurangan air kelebihan air dalam tubuh tidak baik pada kesehatan karena ada penyakit tertentu yang harus ada pembatasan cairan dalam tubuhnya seperti penyakit ginjal kronik (PGK), gagal jantung, dan kadar albumin dalam serum rendah. Pada usia lanjut tidak di anjurkan meminum banyak air dalam tubuhnya karena akan menimbulkan hiponatremia yang dapat menurunkan kesadaran, kejang-kejang, dan bahkan kematian.

AIR DALAM TUMPENG GIZI SEIMBANG

Pada tahun 2010, air sebagai zat gizi dijadikan komponen utama dan mendasar dalam Tumpeng Gizi Seimbang (TGS). Hal ini didasarkan pada empat pertimbangan, yaitu :

1.  Air  zat gizi yang terbanyak dalam tubuh dan terbanyak dibutuhkan tubuh,

2. Air zat gizi esensial dan mempunyai peran unik dalam mewujudkan kesehatan,

3. Masalah dehidrasi cukup tinggi dan meluas di Indonesia

4. Kebutuhan air harus dipenuhi sebagai bagian gizi seimbang.

Dalam TGS visualisasi anjuran air disajikan berupa anjuran minum air putih dalam 8 gelas dalam bentuk air yang aman dan cukup jumlahnya sesuai anjuran Depkes. Kenapa anjuran harus air putih? Ada lima pertimbangan utama kenapa air divisualisasikan berupa air putih dalam TGS yaitu:

1. visualisasi ragam jenis pangan dalam TGS adalah dalam wujud bahan pangan (bahan dasar utama), bukan dalam bentuk pangan olahan,misalnya yang divisualkan bayam bukan tumis bayam. Karena visualisasi air minum adalah air putih, yakni bahan dasar semua minuman,

2. Air putih adalah visualisasi air sebagai zat gizi dan lebih mudah diakses.

3. Air putih adalah air yang paling banyak dan paling sering dikonsumsi penduduk Indonesia,    4. Anjuran minum air putih paling baik untuk hidrasi sehat dalam kondisi normal,

5. Air putih mempunyai asiditas yang netral dan anjuran minum air putih tidak mengandung kontroversial dari aspek kesehatan.

 

Sumber : Ahli Gizi RS Islam Jakarta Cempaka Putih

 
Ini Alasan Kenapa Alkohol Perlu Dilarang PDF Print E-mail
Monday, 16 January 2012 11:20 | Written by Endang Solihudin

Jauh sebelumya agama Islam telah melarang mengkonsumsi alkohol seberapapun jumlahnya. Sebagian besar masyarakatpun sebenarnya telah mengetahuinya. Namun, saat ini peredaran alkohol terbilang cukup bebas di masyarakat, padahal alkohol bisa memberikan dampak buruk bagi tubuh. Hal ini yang membuat peredaran alkohol sebaiknya dilarang.A

Pemerintah melalui Keputusan Presiden Nomor 3 Tahun 1997 mengatur adanya tiga golongan minuman keras, yakni golongan A dengan kandungan alkohol 0-5 persen, B dengan alkohol 5-20 persen dan C dengan kandungan alkohol 20-55 persen. Hanya miras golongan A yang boleh beredar di masyarakat.

Namun Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2011 mencatat sebanyak 2,5 juta penduduk dunia meninggal akibat alkohol dan sekitar 9 persen dari kematian itu terjadi pada orang muda berusia 15-29 tahun.

Secara umum seseorang minum alkohol dengan berbagai alasan, misalnya menjaga hubungan baik dengan relasi, untuk menghangatkan badan saat musim dingin atau hujan, membuat rileks dan melupakan beban masalah yang dihadapinya.

"Buat sebagian anak muda, alkohol sebagai pelarian karena frustasi menghadapi masalah sehari-hari dan berharap bisa melupakan beban hidup sesaat, padahalsifatnya semu belaka," ujar Dr dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, MMB sebagai dosen dan Spesialis Penyakit Dalam dari FKUI, seperti dikutip dari detikHealth.

Dr Ari menuturkan dampak buruk dari penggunaan alkohol akan mengenai berbagai organ di dalam tubuh, mulai dari otak, saluran pencernaan (mulut sampai usus besar), hati atau liver, pankreas, otot, tulang dan sistem reproduksi.

"Penggunaan alkohol yang berlebihan dalam waktu singkat akan menyebabkan terjadinya keracunan alkohol (intoksikasi alkohol) dan menyebabkan kematian," ujar Dr Ari.

Keracunan alkohol terjadi jika jumlah alkohol yang dikonsumsi berada diambang batas toleransi sehingga menyebabkan terjadinya gangguan baik fisik maupun mental seperti mabuk. Orang yang mabuk tidak sadar apa yang dilakukannya, disorientasi, bingung dan lupa.

Selain itu alkohol juga menyebabkan adiksi atau ketagihan sehingga penggunaannya semakin hari semakin banyak yang dikonsumsi, walaupun ia sudah toleransi tapi efek samping kronisnya tetap terjadi.

"Efek kronis dari pengguna alkohol biasanya mudah ditemukan kelainan di lambungnya. Alkohol akan menyebabkan peradangan kronis pada saluran pencernaan yang membantu erosi sampai tukak usus yang selanjutnya bisa berubah menjadi sel ganas (kanker)," ungkapnya.

Peminum alkohol juga akan mengalami peradangan kronis yang berlanjut jadi penciutan hati (sirosis) yang dapat menimbulkan komplikasi lanjutan sepertu pembengkakan perut dan perdarahan pada saluran cernanya.

"Informasi mengenai konsumsi alkohol dosis kecil bisa berdampak baik bagi kesehatan ternyata masih menjadi kontroversi, karena meski sedikit tetap membawa efek samping," ungkapnya.

Konsumsi alkohol juga tidak boleh dibarengi dengan obat tertentu yang memiliki efek samping mengantuk seperti antihistamin atau antialergi seperti kombinasi obat batuk, pilek. Hal ini karena efek penenang dari alkohol akan bertambah berat.

"Penggunaan alkohol lebih banyak dampak buruknya dibanding manfaatnya, sehingga upaya melarang penggunaan alkohol di masyarakat luas harus dilakukan melalui berbagai peraturan," ujar dr Ari.

Sumber : Detikhelth

 
KHUTBAH JUMAT : PENGOBATAN DAN PEMURNIAN AKIDAH PDF Print E-mail
Tuesday, 20 December 2011 11:26 | Written by Rio Fibriandy

KHUTBAH PERTAMA

الْحَمْدُ لِلهِ عَلَى فَضْلِهِ وَإِحْسَانِهِ، أَمَرَ بِالتَّوَكُّلِ عَلَيْهِ مَعَ الْأَخْذِ بِالْأَسْبَابِ النَّافِعَةِ، وَنَهَى عَنِ الْإِعْتِمَادِ عَلَى غَيْرِهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَأَتْبَاعِهِ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ، أَمَّا بَعْدُ؛
أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوْااللهَ تَعَالَى فِيْ السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ فَإِنَّ التَّقْوَى سَبَبٌ لِتَفْرِيْجِ الْكُرُوْبِ وَمَحْوِ الذُّنُوْبِ

Jama’ah Jum’ah rahimakumullah,

Marilah kita senantiasa bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam keadaan apapun. Sesungguhnya dengan bertakwa kepada-Nya seseorang akan diberikan jalan keluar oleh AllahSubhanahu wa Ta’ala dari berbagai kesulitan yang dihadapinya.

Hadirin rahimakumullah,

Kita semua adalah makhluk yang lemah dan senantiasa membutuhkan pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka, janganlah orang yang sehat dan kuat tertipu dengan kekuatannya, sehingga merasa dirinya bisa melakukan apa saja yang dikehendakinya tanpa memohon pertolongan Rab-nya. Sebaliknya, jangan pula orang yang tertimpa musibah atau dalam kondisi lemah berputus asa dari rahmat-Nya. Ingatlah bahwa putus asa adalah sifat yang sangat tercela. Orang yang berputus asa sama artinya telah berburuk sangka kepada Rab-nya, serta menganggap bahwa rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala itu sangat sedikit terhadap hamba-hamba-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, mengabarkan perkataan Nabi-Nya Ibrahim ‘alaihissalam,

قَالَ وَمَن يَقْنَطُ مِن رَّحْمَةِ رَبِّهِ إِلاَّ الضَّالُّونَ

Telah berkata (Ibrahim ‘alaihissalam), ‘Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Rabb-nya, kecuali orang-orang yang sesat’.” (QS. Al-Hijr: 56).

Hadirin rahimakumullah,

Marilah kita senantiasa mencontoh akhlak para nabi, yang senantiasa yakin akan pertolongan AllahSubhanahu wa Ta’ala. Di antaranya Allah Subhanahu wa Ta’ala sebutkan tentang Nabi-Nya, Ibrahim ‘alaihissalam yang berkata,

وَإِذَامَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ

Dan apabila aku sakit, Dialah (Allah) yang menyembuhkan aku.” (QS. Asy-Syu’ara: 80)

Begitu pula tentang Nabi-Nya, Ayyub ‘alaihissalam,

وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَى رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia berdoa kepada Rabb-Nya, ‘Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan yang Maha Penyayang di antara semua yang penyayang’.” (QS. Al-Anbiya’: 83)

Hadirin rahimakumullah,

Demikianlah keadaan sosok orang-orang yang mengenal Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan pengenalan yang sebenar-benarnya. Sehingga dengan sebab itu, mereka menjadi orang-orang yang senantiasa yakin akan pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan senantiasa berprasangka baik kepada-Nya. Begitu pula, dengan sebab keimanan mereka kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yang kokoh menancap di dalam hatinya, mereka menjadi orang yang yakin bahwa Allah Subhanahu wa Ta’alaMahakuasa untuk melakukan apa yang dikehendaki-Nya dan bahwasanya Allah Subhanahu wa Ta’alasangat luas rahmat-Nya serta sangat besar kebaikan dan keutamaan-Nya kepada hamba-hamba-Nya.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Dalam kehidupannya di dunia, setiap orang tentu sangat mungkin untuk jatuh sakit. Bahkan terkadang dalam satu waktu seseorang bisa terkena beberapa jenis penyakit. Maka perlu kiranya kita ingatkan, bahwa orang yang sedang sakit disyariatkan baginya untuk memerhatikan dua perkara, yaitu:

Pertama, tidak mengucapkan kata-kata atau melakukan perbuatan yang menunjukkan ketidaksabaran terhadap ketetapan Allah Subhanahu wa Ta’ala atas dirinya. Namun dia harus bersabar atas ketetapan Allah Subhanahu wa Ta’ala pada dirinya. Karena kesabaran seorang muslim menandakan keimanan dirinya, sebagaimana disebutkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya,

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَه

Sungguh menakjubkan keadaan seorang muslim, (karena) sesungguhnya semua urusannya berakibat baik (baginya), dan yang demikian ini tidak didapatkan kecuali pada diri seorang muslim, (yaitu) apabila mendapat nikmat dia bersyukur sehingga akibatnya baik baginya dan apabila tertimpa musibah dia bersabar dan akibatnya (juga) baik baginya.” (HR. Muslim dan yang lainnya)

Begitu pula hendaknya orang yang sakit juga melakukan introspeksi diri dari kesalahan-kesalahannya. Karena musibah yang menimpa seseorang merupakan akibat dari kesalahannya, sebagaimana AllahSubhanahu wa Ta’ala sebutkan di dalam firman-Nya,

وَمَآأَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُوا عَن كَثِيرٍ

Dan apa saja musibah yang menimpa kamu adalah disebabkan perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy-Syura: 30)

Sehingga dengan kesabarannya dan upaya mengintrospeksi diri tersebut akan menjadi sebab terhapuskan dosa-dosanya.

Hadirin rahimakumullah,

Adapun perkara kedua yang perlu diperhatikan oleh orang yang sakit adalah berobat dengan pengobatanyang bermanfaat. Tidak boleh baginya untuk mencari bentuk pengobatan yang menyelisihi syariat. Hal ini karena Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menetapkan bahwa segala penyakit itu ada obatnya. Maka hendaknya yang dia lakukan adalah berusaha untuk mencari tahu tentang obat atau tatacara pengobatannya, karena tidak setiap orang mengetahuinya. Al-Imam Muslim rahimahullah di dalam kitabShahih-nya menyebutkan dalam salah satu hadits yang beliau riwayatkan dengan sanadnya melalui jalan sahabat Jabir bin Abdillah radhiallahu‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwasanya beliaushallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ فَإِذَا أُصِيْبَ دَوَاءُ الدَّاءِ بَرَأَ بإِذْنِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ

Setiap penyakit ada obatnya, apabila obat penyakit tersebut mengenai (orang yang sakit), maka dia akan sembuh atas izin Allah ‘Azza wa Jalla.” (HR. Muslim)

Hadis tersebut dan yang semisalnya menunjukkan bahwa orang yang sakit tidak dilarang untuk berobat. Begitu pula berobatnya orang yang sakit tidaklah berarti menentang ketetapan Allah Subhanahu wa Ta’ala, serta tidak pula bertentangan dengan kewajiban bertawakkal kepada-Nya. Bahkan orang yang berobat ibarat orang yang berusaha menghilangkan rasa lapar dan hausnya dengan makan dan minum. Tentunya hal tersebut sebagaimana telah kita ketahui bersama merupakan perkara yang tidak terlarang. Bahkan berobat selama menggunakan cara yang tidak bertentangan dengan syariat merupakan salah satu bentuk usaha yang menunjukkan benarnya tawakkal seseorang. Di samping itu, telah menjadisunnatullah bahwa segala sesuatu telah ditetapkan sebab untuk mendapatkannya. Sehingga justru dengan berobat akan menjadi sebab semakin sempurnanya tauhid seseorang.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Ketahuilah, bahwa berobat yang sesuai dengan syariat secara umum bisa dilakukan dengan dua cara. Cara yang pertama adalah berobat dengan menggunakan ayat-ayat Alquran atau dengan doa-doa yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Yaitu dengan cara dibacakan ayat dan doa tersebut dengan diniatkan untuk mengobati pada bagian yang terkena sakit. Pengobatan cara seperti ini disebut dengan istilah ruqyah. Cara ini, dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala, akan menjadi sebab sembuhnya orang yang terkena penyakit. Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberitakan kepada kita bahwa kalam-Nya adalah obat. Sebagaimana pula telah disebutkan dalam banyak hadis yang menunjukkan disyariatkannya pengobatan dengan cara ini. Di antaranya disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim rahimahullah dalam Shahih-nya,

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ كَانَ إِذَا اشْتَكَى يَقْرَأُ عَلَى نَفْسِهِ بِالمُعَوِّذَاتِ

Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dahulu apabila terkena sakit beliau membaca untuk (mengobati) dirinya dengan mu’awwidzat (yaitu surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas).” (HR. Muslim)

Adapun cara yang kedua adalah berobat dengan menggunakan pengobatan yang bermanfaat dan diperbolehkan secara syariat. Adapun obat-obatan yang terbuat dari sesuatu yang diharamkan oleh AllahSubhanahu wa Ta’ala, maka tidak boleh dijadikan sebagai obat. Hal ini sebagaimana disebutkan Nabishalallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya, ketika ada salah seorang sahabat yaitu Thariq bin Suwaidradhiallahu ‘anhu menanyakan tentang khamr, yaitu sesuatu yang memabukkan, untuk dijadikan sebagai obat. Maka beliau menjawab,

إِنَّهُ لَيْسَ بِدَوَاءٍ وَلَكِنَّهُ دَاءٍ

Sesungguhnya (khamr) itu bukan obat, bahkan (khamr)itu adalah penyakit.” (HR. Muslim)

Hadirin rahimakumullah,

Termasuk pengobatan yang tidak diperbolehkan adalah pengobatan dengan sesuatu yang tidak ada kaitannya dengan penyakit. Misalnya dengan mengikatkan benang di leher atau di tangan, dengan maksud untuk menghilangkan penyakit yang mengenainya atau untuk mencegah datangnya penyakit. Perbuatan ini bahkan dikategorikan sebagai perbuatan syirik yang bisa mengurangi kesempurnaan iman, bahkan bisa menghilangkannya. Oleh karena itu, apa yang dilakukan sebagian orangtua dengan mengalungkan benang di leher atau di tangan anaknya ketika ingin mengobatinya dari penyakit panas atau yang semisalnya adalah cara pengobatan yang dilarang dalam syariat. Karena benang atau semisalnya yang dikalungkan itu tidak ada kaitannya secara langsung untuk mengurangi atau menghilangkan penyakit. Oleh karena itu, disebutkan dalam hadis, bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam ketika mendapatkan ada sahabatnya yang mengenakan sejenis logam di lengannya untuk menghilangkan sakit pada lengannya tersebut, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,

انْزِعْهَا فَإِنَّهَا لاَ تَزِيْدُكَ إِلاَّ وَهْنًا، فَإِنَّكَ لَوْ مُتَّ وَهُوَ عَلَيْكَ مَا أَفْلَحْتَ أَبَدًا

Lepaskan dan buanglah (logam yang engkau lingkarkan di tanganmu), karena sesungguhnya (apa yang kamu lingkarkan di tanganmu itu) tidak akan membuat engkau kecuali semakin lemah. Seandainya engkau mati dalam keadaan masih memakainya, sungguh engkau tidak akan mendapatkan keberuntungan selamanya.” (HR. Ahmad dengan sanad yang dikatakan baik oleh sebagian para ulama)

Hadirin rahimakumullah,

Akhirnya, marilah kita senantiasa berhati-hati dalam masalah yang berkaitan dengan pengobatan dan tatacaranya. Jangan sampai keinginan untuk mendapatkan kesembuhan baik untuk diri kita, keluarga kita, atau yang lainnya, membuat kita tidak memerhatikan aturan yang telah disyariatkan. Ingatlah! bahwa sakit yang menimpa seseorang itu tidaklah seberapa dibandingkan siksa Allah Subhanahu wa Ta’ala di akhirat kelak. Maka janganlah kita mengorbankan agama kita dengan terjatuh pada pelanggaran dan menyalahi syariat-Nya, terkhusus dalam masalah berobat. Begitu juga dalam masalah yang lainnya. Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa menjaga dan menunjuki kita semua ke jalan yang diridhai-Nya. Wallahu a’lamu bish-shawab. Walhamdulillahi rabbil ’alamin.

 

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَلاَ عُدْوَانَ إِلاَّ عَلَى الظَّالِمِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا، أَمَّا بَعْدُ:

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Marilah kita berusaha untuk mengenal Rabb kita dengan sebenar-benarnya. Semakin mengenal-Nya, maka kita akan semakin mengerti apa yang harus kita lakukan dalam kehidupan di dunia ini. Seseorang yang mengetahui Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah Rabb yang memiliki sifat hikmah dan Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-hamba-Nya, tentu akan bersabar dan tetap istiqamah di atas syariat-Nya. Karena dia mengerti bahwa di balik datangnya musibah itu ada hikmah yang AllahSubhanahu wa Ta’ala kehendaki. Di antaranya adalah sebagai ujian bagi hamba-hamba-Nya yang beriman. Sehingga dengan ujian tersebut terbedakanlah antara orang yang bersabar dengan yang tidak bersabar. Oleh karena itu, seseorang yang telah mengenal Rab-nya tidak akan melanggar syariat-Nya tatkala dirinya ditimpa musibah. Termasuk dalam hal ini adalah yang berkaitan dengan masalah berobat. Seorang muslim tentu tidak akan mengorbankan agamanya, dengan melakukan pengobatan yang diharamkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Hadirin rahimakumullah,

Termasuk dari cara berobat yang diharamkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah cara pengobatan dengan mendatangi para dukun atau yang semisalnya. Bahkan para ulama telah menghukumi para dukun atau tukang ramal sebagai orang-orang kafir. Karena mereka dalam praktik pengobatannya menggunakan bantuan dan beribadah kepada setan. Begitu pula, karena mereka adalah orang-orang yang terang-terangan atau sembunyi-sembunyi mengaku bahwa dirinya bisa mengetahui perkara yang ghaib. Maka tidak boleh bagi orang yang menderita sakit untuk mendatangi dukun atau orang-orang yang dianggap bisa meramal nasib atau mengetahui apa yang akan terjadi di masa datang. Begitu pula tidak boleh bagi kaum muslimin untuk membenarkan berita yang datang dari mereka.

Hadirin rahimakumullah,

Di dalam Shahih-nya, Al-Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةٌ أَرْبَعِيْنَ لَيْلَةً

Barangsiapa mendatangi dukun dan menanyakan sesuatu (kepadanya) maka tidak akan diterima shalatnya selama empat puluh hari.” (HR. Muslim)

Dalam hadits lainnya disebutkan,

مَنْ أَتَى عَرَّافًا أَوْ كَاهِنًا وَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُوْلُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ

Barangsiapa mendatangi dukun dan membenarkan ucapannya maka dia telah mengingkari wahyu yang diturunkan kepada Muhammad.” (HR. Muslim)

Kedua hadis tersebut dan hadis-hadis lainnya yang semakna menunjukkan larangan dan ancaman yang sangat keras bagi orang yang mendatangi serta membenarkan berita dari dukun dan yang semisalnya.

Hadirin rahimakumullah,

Perlu diketahui bahwa pada masa sekarang banyak praktik perdukunan yang dikemas dalam bentuk praktik pengobatan. Oleh karena itu, jangan sampai kita tertipu dengan istilah-istilah yang mereka pakai untuk mengaburkan keadaan mereka yang sesungguhnya. Janganlah kita tertipu dengan istilah ruqyah, pengobatan alternatif, atau yang semisalnya yang mereka gunakan dalam praktik perdukunan mereka. Janganlah kita tertipu ayat-ayat Alquran yang mereka gunakan. Karena mereka menggunakannya tidak sebagaimana mestinya. Begitu pula janganlah kita tertipu dengan penamaan diri mereka dengan sebutan paranormal, orang pintar, tabib, bahkan kyai atau ustadz sekalipun. Berhati-hatilah dalam perkara ini dengan bertanya kepada para ulama atau penuntut ilmu yang kokoh di atas agama Allah Subhanahu wa Ta’ala agar kita tidak melanggar syariat-Nya. Sungguh mereka adalah orang-orang yang sangat berbahaya dan tidak ada kebaikannya.

Maka sudah semestinya bagi kaum muslimin untuk tidak mendatangi praktik-praktik perdukunan yang mereka lakukan, serta tidak menyaksikan pertunjukan-pertunjukan yang menggunakan bantuan setan yang mereka peragakan. Sebagaimana pula hendaknya pemerintah melarang praktik dan pertunjukan tersebut. Karena semua itu bertentangan dengan syariat Allah Subahanahu wa Ta’ala. Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa memberikan hidayah-Nya kepada kita dan para pemimpin bangsa kita sehingga bisa menjalankan syariat-Nya.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. اللَّهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ. وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّينِ، وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِينَ، اللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَ الْمُسْلِمينَ فِي كُلِّ مَكَانٍ، اللَّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا مُطْمَئِنًّا وَسَائِرَ بِلاَدِ الْمُسْلِمِيْنَ، اللَّهُمَّ احْفَظْ وُلاَةَ أُمُوْرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَوَفِّقْهُمْ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ مِنَ الْأَقْوَالِ وَالْأَفْعَالِ، يَا حَيُّ، يَا قَيُّوْمُ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

Ditulis oleh Al-Ustadz Saifudin Zuhri, Lc.

http://khotbahjumat.com/

 
Apakah Prostat Anda Sudah Mengganggu ? oleh Jusuf Saleh Bazed, dr., Sp.U PDF Print E-mail
Friday, 11 November 2011 12:41 | Written by Endang Solihudin

Semua pria ketika lahir mempunyai kelenjar prostat yang beratnya lebih kurang 3 gram. Seiring bertambahnya usia,  prostat yang letaknya persis di bawah buli atau kandung kencing dan membungkus atau meliputi urethra posterior atau saluran kencing bagian belakang akan membesar. Ini terjadi akibat perbanyakan sel atau hiperplasia dan akan menekan urethra posterior sehingga menimbulkan gejala LUTS.

LUTS atau lower urinary tract symptoms ini merupakan kumpulan gejala yang dikelompokkan dalam dua kelompok gejala yaitu kelompok gejala obstruktif dan kelompok gejala iritatif. Kelompok gejala obstruktif atau sumbatan terdiri atas pancaran kencing yang melemah, mengedan, rasa tidak habis atau tidak puas sampai tidak bisa kencing sama sekali atau disebut retensio urine. Adapun kelompok gejala iritatif atau rangsangan terdiri atas frequency atau sering kencing, noctury atau sering bangun malam untuk kencing, urgency atau rasa ingin kencing yang amat mendesak sehingga sering tidak keburu, dan dysuria atau rasa sakit saat kencing. Gejala LUTS ini umumnya mulai timbul pada dekade kelima kehidupan atau di atas lima puluh tahun. Prosentasenya akan meningkat dengan bertambahnya usia, walaupun dilaporkan beberapa kasus yang lebih muda.

Banyak teori yang menjelaskan terjadinya pembesaran kelenjar prostat ini, akan tetapi teori yang paling populer adalah teori hormon testosteron dan teori growth hormone. Teori hormon teststeron menjelaskan tentang free testosterone atau testosteron bebas dalam darah yang diubah menjadi dihidrotesteron atau DHT oleh enzim 5-alfa-reductase. DHT ini berinteraksi dengan kompleks RNA di prostat dan menyebabkan prolifreasi sel sehingga terjadi perbanyakan sel atau hiperplasi prostat. Teori growth hormone atau hormon pertumbuhan menjelaskan bahwa sebagaimana organ-organ lain yang tumbuh membesar sesuai usia maka prostat pun juga tumbuh membesar dari hanya 3 gram menjadi puluhan bahkan melebihi 100 gram dan menimbulkan gangguan.

Dengan meningkatnya angka harapan hidup terutama di negara maju, maka kasus pembesaran prostat juga meningkat sehingga banyak membebani anggaran kesehatan. Hal ini mendorong pemerintah untuk mencari alternatif baru penanganan prostat yang lebih murah dengan bekerja sama dengan WHO dan organisasi urologi dunia. Untuk itu, diadakanlah pertemuan tahunan, biasanya di Paris, untuk membahas berbagai hasil penelitian terbaru dan penemuan obat baru serta alat baru untuk terapi prostat. Dari forum ini juga disepakati suatu metode screening dalam bentuk kuesioner yang berisi petanyaan tentang derajat beratnya gejala LUTS yang diderita dan satu petanyaan lainnya tentang seberapa besar gejala tersebut mengganggu kualitas hidupnya. Questioner ini dinamakan IPSS atau International Prostatic Symptom Score dan Quality of Life (QoL). Kuesioner ini harus diisi sendiri oleh penderita gangguan prostat.

Diagnosis dan terapi definitif bagi penderita prostat ditentukan berdasarkan hasil kuesioner, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang berupa pemeriksaan laboratorium dan radiologi. Pemeriksaan fisik yang paling menentukan adalah pemeriksaan colok dubur untuk menilai besar, konsistensi, dan adanya nodul atau deformitas prostat. Pemeriksaan laboratorium darah dan urine juga dilakukan, diantaranya kadar PSA atau Prostate Specific Antigen, suatu penanda tumor untuk menyingkirkan kemungkinan keganasan prostat. Pemeriksaan diagnostic imaging yang dilakukan yaitu pemeriksaan USG atau Ultrasonografi untuk mengukur volume prostat dan buli serta pemeriksaan uroflowmetri untuk mengukur pancaran kencing penderita. Dari data-data tersebut akan ditentukan terapi yang sesuai.

Untuk penderita dengan keluhan yang ringan dan belum mengganggu kualitas hidupnya, terapi cukup dengan watchfull waiting atau dengan cara memberikan nasehat misalnya tentang pola minumnya terutama malam hari.

Untuk keluhan yang lebih berat, dapat diberikan obat jenis alpha blocker atau penghalang reseptor alfa otot polos leher kandung kemih dan otot polos prostat yang merupakan faktor dinamis dari postat. Selain itu dapat pula diberikan  5-alpha-reductase-inhibitor atau penghambat enzim 5 alfa yang merubah free testosterone menjadi DHT sehingga proses perbanyakan sel prostat dihambat dan prostat tidak membesar. Ini merupakan faktor statis dari prostat.

Bila keluhan dan gejala yang dialami makin parah, maka diperlukan tindakan yang lebih invasif dengan operasi baik berupa bedah endoskopik maupun bedah terbuka. Indikasi mutlak dari tindakan invasif ini antara lain retensio urine berulang, infeksi salutan kemih kronis karena sumbatan prostat, hematuri karena prostat, adanya batu buli karena prostat, adanya satelit buli atau divertikel, serta pembengkaan ginjal akibat peningkatan tekanan di dalam buli karena sumbatan akibat pembesaran prostat. Ini menyebabkan terjadinya arus balik urine ke ginjal yang bisa berakibat terganggunya fungsi ginjal.

Saat ini bermunculan obat-obat maupun alat canggih untuk penanganan prostat antara lain dengan terapi laser. Tentunya hal ini merupakan salah satu pilihan walaupun diperlukan biaya yang lebih mahal. Metode lain yang lebih awal dipakai yaitu metode Trans Urethral Resection of the Prostate atau dikenal dengan TUR prostat masih efektif, aman, dan masih banyak dilakukan di seluruh dunia.

Bila anda temui gejala LUTS pada diri anda sebaiknya anda berkonsultasi ke dokter.

 
«StartPrev123456NextEnd»

Hak Cipta © 2011 oleh MUKISI
Majelis Syuro Upaya Kesehatan Islami Seluruh Indonesia