Sekertariat MUKISI

Jl. Cempaka Putih Tengah VI/2A
Jakarta Pusat
Telp. 021 4226065, 4250451 Ext 366/369
Fax . 021 4226065
Email. admin@mukisi.com

Agenda Mukisi

There are no upcoming events currently scheduled.
Lihat semua agenda

Berita Terbaru

HASIL SEMINAR & WORKSHOP IHC-Mukisi 16 Desember 2011 | Bagi Anggota yang ingin membaca silahkan di download di link :http://mukisi.com/index.php/download?start=10
FORMULIR KEANGGOTAAN BARU MUKISI | FORMULIR SELENGKAPNYA DAPAT ANDA DOWNLOAD KLIK LINK http://mukisi.com/index.php/download?start=10

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_counterHari ini50
mod_vvisit_counterMinggu ini1278
mod_vvisit_counterBulan ini9578
mod_vvisit_counterPengunjung72209
Pasien Jadi Standar Baru Akreditasi PDF Print E-mail
Friday, 04 November 2011 09:10 | Written by Endang Solihudin

Sumber

:

Bisnis Indonesia, Kamis, 20 Oktober 2011

 

Standar akreditasi rumah sakit nasional versi baru yang diterapkan pada tahun depan akan terfokus pada kondisi pasien dan tidak lagi mengacu pada penelitian dokumen manajemen.

Ketua Umum Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Sutoto mengatakan rumah sakit harus segera melakukan sejumlah perbaikan jika ingin mendapatkan akreditasi.

“Nantinya, untuk mendapatkan akreditasi rumah sakit tidak bisa diakali dengan membuat dokumen standar prosedur melalui konsultan yang disewa pengelola karena penelitian terfokus pada pelayanan pasien,” katanya pada Seminar Nasional XI Persi di Jakarta, kemarin.

Dia menuturkan dengan metode telusur pada pasien, maka rumah sakit tidak dapat berbuat banyak untuk mendapatkan akreditasi karena kewenangan dari surveyor tidak pada penelitian dokumen.

Akreditasi rumah sakit pada tahun depan menetapkan 232 standar dengan elemen penilaian sebanyak 1.048 soal dan dibagi dalam empat kelompok.

Keempat kelompok itu adalah pelayanan yang terfokus pada pasien, manajemen rumah sakit, sasaran keselamatan pasien, dan saran program Millennium Development Goals (MDG’s).

Data Kementerian Kesehatan pada akhir 2010 menyebutkan dari 1.523 rumah sakit di Indonesia baru sebanyak 653 rumah sakit atau sekitar 43% yang melakukan akreditasi pelayanan kesehatan.

Rendahnya jumlah rumah sakit yang mau melakukan akreditasi dikarenakan perbandingan jumlah surveyor dengan jumlah rumah sakit masih terlalu jauh.

Dirjen Bina Gizi, Kesehatan Ibu dan Anak Kementerian Kesehatan Slamet Riyadi Yuwono meminta peningkatan kompetensi melalui memperkuat kerja sama jejaring antara rumah sakit dan lembaga pendidikan.

“Dengan model sister hospital, maka jejaring rumah sakit dapat diperluas, sekaligus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia yang ada,” ungkapnya.

Akses Kesehatan

Dia menegaskan selama ini akses pelayanan kesehatan secara keseluruhan terkendala kesenjangan jangkauan fisik, kesenjangan ekonomi, dan kesenjangan sosial yakni kepercayaan pada fasilitas yang tersedia di rumah sakit.

Guna mendukung perbaikan mutu layanan rumah sakit, Persi Indonesia Hospital Management Award berencana memberikan penghargaan bagi rumah sakit yang mampu meningkatkan mutu pelayanannya selama 2011.

Sementara itu, perbaikan perekonomian Indonesia juga ikut mendorong peningkatan jumlah rumah sakit baik pemerintah maupun swasta dan tenaga kerja medis.

Meski demikian, komunikasi antara dokter dan pasien masih menjadi titik lemah kompetensi tenaga medis di Tanah Air.

“Kompetensi makin ketat di kota-kota besar, sehingga kualitas dan distribusi tenaga dokter sangat berperan. Kompetensi dokter Indonesia yang paling lemah adalah komunikasi dengan pasien dan keluarganya,” kata Hasbullah Thabrany, guru besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), belum lama ini.

Dia menjelaskan dalam Konsil Kedokteran ada sejumlah kompetensi yang perlu dilaksanakan diantaranya komunikasi efektif, keterampilan klinis, landasan ilmiah ilmu kedokteran, pengelolan masalah kesehatan, etika, moral, dan keselamatan pasien.

Hasbullah mengatakan pada umumnya fakultas kedokteran disejumlah universitas di Indonesia hanya memenuhi standar keterampilan klinis dan landasan ilmiah kedokteran.

Padahal, pertumbuhan rumah sakit publik dalam 5 tahun terakhir cukup menggembirakan yaitu sekitar 38%, dan swasta 79%. Adapun pertumbuhan dokter sekitar 34% dan perawat 35%.

Dia melanjutkan rasio tenaga perawat pada saat ini bahkan lebih tinggi dari target.

 

Add comment


Security code
Refresh

Hak Cipta © 2011 oleh MUKISI
Majelis Syuro Upaya Kesehatan Islami Seluruh Indonesia